PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO

Juni 10, 2008 at 8:51 am 84 komentar

Electrical Engineering Dept.

MIKROHIDRO

1. Tujuan dari Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro

Mikrohidro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang mengunakan energi air. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil listrik adalah memiliki kapasitas aliran dan ketiggian tertentu dad instalasi. Semakin besar kapasitas aliran maupun ketinggiannya dari istalasi maka semakin besar energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

Biasanya Mikrohidro dibangun berdasarkan kenyataan bahwa adanya air yang mengalir di suatu daerah dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai. Istilah kapasitas mengacu kepada jumlah volume aliran air persatuan waktu (flow capacity) sedangan beda ketingglan daerah aliran sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head. Mikrohidro juga dikenal sebagai white resources dengan teluemahan bebas bisa dikatakan “energi putih“. Dikatakan demikian karena instalasi pembangkit listrik seperti ini mengunakan sumber daya yang telah disediakan oleh alam dan ramah lingkungan. Suatu kenyataan bahwa alam memiliki air terjun atau jenis lainnya yang menjadi tempat air mengalir. Dengan teknologi sekarang maka energi aliran air beserta energi perbedaan ketinggiannya dengan daerah tertentu (tempat instalasi akan dibangun) dapat diubah menjadi energi listrik,

Seperti dikatakan di atas, Mikrohidro hanyalah sebuah istilah. Mikro artinya kecil sedangkan hidro artinya air. Dalam, prakteknya istilah ini tidak merupakan sesuatu yang baku namun bisa dibayangkan bahwa Mikrohidro, pasti mengunakan air sebagai sumber energinya. Yang membedakan antara istilah Mikrohidro dengan Minihidro adalah output daya yang dihasilkan. Mikrohidro menghasilkan daya lebih rendah dari 100 W, sedangkan untuk minihidro daya keluarannya berkisar antara 100 sampai 5000 W. Secara teknis, Mikrohidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sumber energi), turbin dan generator. Air yang mengalir dengan kapasitas tertentu disalurkan clan ketinggian tertentu menuju rumah instalasi (rumah turbin). DI rumah instalasi air tersebut akan menumbuk turbin dimana turbin sendiri, dipastikan akan menerima energi air tersebut dan mengubahnya menjadi energi mekanik berupa berputarnya poros turbin. Poros yang berputar tersebut kemudian ditransmisikan ke generator dengan mengunakan kopling. Dari generator akan dihaslikan energi listrik yang akan masuk ke sistem kontrol arus listrik sebelum dialirkan ke rumah-rumah atau keperluan lainnya (beban). Begitulah secara ringkas proses Mikrohidro merubah energi aliran dan ketinggian air menjadt energi listrik.

Terdapat sebuah peningkatan kebutuhan suplai daya ke daerah-daerah pedesaan di sejumlah negara, sebagian untuk mendukung industri-industri, dan sebagian untuk menyediakan penerangan di malam hari. Kemampuan pemerintah yang terhalang oleh biaya yang tinggi dari perluasan jaringan listrik, sering membuat Mikro Hidro memberikan sebuah alternatif ekonomi ke dalam jaringan. Ini karena Skema Mikro Hidro yang mandiri menghemat biaya dari jaringan transmisi, dan karena skema perluasan jaringan sering memerlukan biaya peralatan dan pegawai yang mahal. Dalam kontrak, Skema Mikro Hidro dapat didisain dan dibangun oleh pegawai lokal dan organisasi yang lebih kecil dengan mengikuti peraturan yang lebih longgar dan menggunakan teknologi lokal seperti untuk pekerjaan irigasi tradisional atau mesin-mesin buatan lokal. Pendekatan ini dikenal sebagai Pendekatan Lokal. Gambar 1 menunjukkan betapa ada perbedaan yang berarti antara biaya pembuatan dengan listrik yang dihasilkan.

Gambar 1. Skala Ekonomi dari Mikro-Hidro (berdasarkan data tahun 1985)

Keterangan gambar 1

Average cost for conventional hydro

= Biaya rata-rata untuk hidro konvensional.

Band for micro hydro

= Kisaran untuk mikro-hidro

Capital cost

= Modal

Capacity

= Kapasitas (kW)

2. Komponen-komponen Pembangkit Listrik Mikro Hidro

  • Diversion Weir dan Intake (Dam/Bendungan Pengalih dan Intake)
    Dam pengalih berfungsi untuk mengalihkan air melalui sebuah pembuka di bagian sisi sungai (‘Intake’ pembuka) ke dalamsebuah bak pengendap (Settling Basin).

  • Settling Basin (Bak Pengendap)
    Bak pengendap digunakan untuk memindahkan partikel-partikel pasir dari air. Fungsi dari bak pengendap adalah sangat penting untuk melindungi komponen-komponen berikutnya dari dampak pasir.

  • Headrace (Saluran Pembawa)
    Saluran pembawa mengikuti kontur dari sisi bukit untuk menjaga elevasi dari air yang disalurkan.

  • Headtank (Bak Penenang)
    Fungsi dari bak penenang adalah untuk mengatur perbedaan keluaran air antara sebuah penstock dan headrace, dan untuk pemisahan akhir kotoran dalam air seperti pasir, kayu-kayuan.

  • Penstock (Pipa Pesat/Penstock)
    Penstock dihubungkan pada sebuah elevasi yang lebih rendah ke sebuah roda air, dikenal sebagai sebuah Turbin.

  • Turbine dan Generator (Turbin dan Generator)

Perputaran gagang dari roda dapat digunakan untuk memutar sebuah alat mekanikal (seperti sebuah penggilingan biji, pemeras minyak, mesin bubut kayu dan sebagainya), atau untuk mengoperasikan sebuah generator listrik. Mesin-mesin atau alat-alat, dimana diberi tenaga oleh skema hidro, disebut dengan ‘Beban’ (Load).
Dalam Gambar 2. bebannya adalah sebuah penggergajian kayu.

Tentu saja ada banyak variasi pada penyusunan disain ini. Sebagai sebuah contoh, air dimasukkan secara langsung ke turbin dari sebuah saluran tanpa sebuah penstock seperti yang terlihat pada penggergajian kayu di Gambar 2. Tipe ini adalah metode paling sederhana untuk mendapatkan tenaga air tetapi belakangan ini tidak digunakan untuk pembangkit listrik karena efisiensinya rendah. Kemungkinan lain adalah bahwa saluran dapat dihilangkan dan sebuah penstock dapat langsung ke turbin dari bak pengendap pertama. Variasi seperti ini akan tergantung pada karakteristik khusus dari lokasi dan skema keperluan-keperluan dari pengguna.

TEKNOLOGI MIKROHIDRO

Sebuah skema hidro memerlukan dua hal yaitu debit air dan ketinggian jatuh (biasa disebut ‘Head’) untuk menghasilkan tenaga yang bermanfaat. Ini adalah sebuah sistem konversi tenaga, menyerap tenaga dari bentuk ketinggian dan aliran, dan menyalurkan tenaga dalam bentuk daya listrik atau daya gagang mekanik. Tidak ada sistem konversi daya yang dapat mengirim sebanyak yang diserap dikurangi sebagian daya hilang oleh sistem itu sendiri dalam bentuk gesekan, panas, suara dan sebagainya.

Gambar. Head adalah ketinggian vertikal dimana air jatuh.

Persamaan konversinya adalah:
Daya yang masuk = Daya yang keluar + Kehilangan (Loss)
atau
Daya yang keluar = Daya yang masuk × Efisiensi konversi

Persamaan di atas biasanya digunakan untuk menggambarkan perbedaan yang kecil. Daya yang masuk, atau total daya yang diserap oleh skema hidro, adalah daya kotor, Pgross. Daya yang manfaatnya dikirim adalah daya bersih, Pnet. Semua efisiensi dari skema gambar di atas disebut Eo.

Pnet = Pgross ×Eo kW

Daya kotor adalah head kotor (Hgross) yang dikalikan dengan debit air (Q) dan juga dikalikan dengan sebuah faktor (g = 9.8), sehingga persamaan dasar dari pembangkit listrik adalah :

Pnet = g ×Hgross × Q ×Eo kW (g=9.8)

dimana head dalam meter, dan debit air dalam meter kubik per detik (second (s)). Dan Eo terbagi sebagai berikut.

Eo = Ekonstruksi sipil × Epenstock × Eturbin × Egenerator × Esistem kontrol × Ejaringan × Etrafo

Biasanya

Ekonstruksi sipil

: 1.0 – (panjang saluran × 0.002 ~ 0.005)/ Hgross

Epenstock

>: 0.90 ~ 0.95 (tergantung pada panjangnya)

Eturbin

: 0.70 ~ 0.85 (tergantung pada tipe turbin)

Egenerator

: 0.80 ~ 0.95 (tergantung pada kapasistas generator)

Esistem kontrol>

: 0.97

Ejaringan

: 0.90 ~ 0.98 (tergantung pada panjang jaringan)

Etrafo

: 0.98

Ekonstruksi sipil dan Epenstock adalah yang biasa diperhitungkan sebagai ‘Head Loss (Hloss)/kehilangan ketinggian’. Dalam kasus ini, persamaan diatas dirubah ke persamaan berikut.

Pnet= g ×(Hgross-Hloss) ×Q ×(Eo – Ekonstruksi sipil – Epenstock ) kW

Persamaan sederhana ini harus diingat: ini adalah inti dari semua disain pekerjaan pembangkit listrik. Ini penting untuk menggunakan unit-unit yang benar.

Efisiensi sistem yang spesifik untuk sebuah skema yang berjalan pada disain aliran penuh.

PERENCANAAN PLTMH

Pemilihan Lokasi dan Lay out Dasar

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) pada dasarnya memanfaatkan energi potensial air Gatuhan air). Semakin tinggi jatuhan air ( head ) maka semakin besar energi potensial air yang dapat diubah menjadi energi listrik. Di samping faktor geografts yang memungkinkan, tinggi jatuhan air ( head ) dapat pula diperoleh dengan membendung aliran air sehingga permukaan air menjadi tinggi.

Secara umum lay-out sistem PLTMH merupakan pembangkit jenis run off river, memanfaatkan aliran air permukaan (sungai). Komponen sistern PLTMH tersebut terdiri dari banaunan intake (penyadap) – bendungan, saluran pembavia, bak pengendap dan penenang, saluran pelimpah, pipa pesat, rumah pembangkit dan saluran pembuangan. Basic lay-out pada perencanaan pengembangan PLTMH dimulai dari penentuan lokasi intake, bagaimana aliran air akan dibawa ke turbin dan penentuan tempat rumah pembangkit untuk rnendapatkan tinggi jatuhan ( head ) optimum dan aman dari banjir.

•  Lokasi bangunan intake

Pada umumnya instalasi PLTMH merupakan pembangkit listrik tenaga air jenis aliran sungai langsung, jarang yang merupakan jenis waduk (bendungan besar). Konstruksi bangunan intake untuk mengambil air langsung dari sungai dapat berupa bendungan (intake dam) yang melintang sepanjang lebar sungai atau langsung membagi aliran air sungai tanpa dilengkapi bangunan bendungan. Lokasi intake harus dipilih secara cermat untuk menghindarkan masalah di kemudian hari.

•  Kondisi dasar sungai

Lokasi intake harus memiliki dasar sungai yang relatif stabil, apalagi bila bangunan intake tersebut tanpa bendungan (intake dam). Dasar sungai yang tidak stabil inudah mengalami erosi sehingga permukaan dasar sungai lebih rendah dibandingkan dasar bangunan intake; hal ini akan menghambat aliran air memasuki intake.

Dasar sungai berupa lapisanllempeng batuan merupakan tempat yang stabil. Tempat di mana kemiringan sungainya kecil, umumnya memiliki dasar sungai yang relatif stabil. Pada kondisi yang tidak memungkinkan diperoleh lokasi intake dengan dasar sungai yang relatif stabil dan erosi pada dasar sungai memungkinkan teladi, maka konstruksi bangunan intake dilengkapi dengan bendungan untuk menjaga ketinggian dasar sungai di sekitar intake.

•  Bentuk aliran sungai

Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada instalasi PLTMH adalah kerusakan pada bangunan intake yang disebabkan oleh banjir. Hal tersebut sering terjadi pada intake yang ditempatkan pada sisi luar sungai. Pada bagian sisi luar sungai (b) mudah erosi serta rawan terhadap banjir. Batti-batuan, batang pohon serta berbagai material yang terbawa banjir akan mengarah pada bagian tersebut. Sementara itu bagian sisi dalam sungai (c) merupakan tempat terjadinya pengendapan lumpur dan sedimentasi, schingga tidak cocok untuk lokasi intake. Lokasi intake yang baik terletak sepanjang bagian sungai yang relatif lurus (a), di mana aliran akan terdorong memasuki intake secara alami dengan membawa beban (bed load) yang kecil.

•  Lokasi rumah pembangkit (power house)

Pada dasarnya setiap pembangun an mikrohidro berusaha untuk mendapatkan head yang maksimum. Konsekuensinya lokasi rumah pembangkit (power house) berada pada tempat yang serendah mungkin. Karena alasan keamanan dan 6nstruksi, lantai rumah pembangkit harus selalu lebih tinggi dibandingkan permukaan air sungai. Data dan informasi ketinggian permukaan sungai pada waktu banjir sangat diperlukan dalam menentukan lokasi rumah pembangkit.

Selain lokasi rumah pembangkit berada pada ketinggian yang aman, saluran pembuangan air ( tail race ) harus terlindung oleh kondisi alam, seperti batu-batuan besar. Disarankan ujung saluran tail race tidak terletak pada bagian sisi luar sungai karena akan mendapat beban yang besar pada saat banjir, serta memungkinkan masuknya aliran air menuju ke rumah pembangkit.

• Lay-out Sistem PLTMH

Lay out sebuah sistem PLTMH merupakan rencana dasar untuk pembangunan PLTMH. Pada lay out dasar digambarkan rencana untuk mengalirkan air dari intake sampai ke saluran pembuangan akhir.

Air dari intake dialirkan ke turbin menggunakan saluran pembawa air berupa kanal dan pipa pesat (penstock). Penggunaan pipa pesat memerlukan biaya yang iebih besar dibandingkan pembuatan kanal terbuka, sehingga dalam membuat lay out perlu diusahakan agar menggunakan pipa pesat sependek mungkin. Pada lokasi. tertentu yang tidak memungkinkan pembuatan saluran pembawa, penggunaan pipa pesat yang panjang tidak dapat dihindari.

Pendekatan dalam membuat lay out sistem PLTMH adalah sebagai berikut:

Air dari intake dialirkan melalui penstok sampai ke turbin. Jalur pemipaan mengikuti aliran air, paralel dengan sungai (gbr 5.3, long penstock following river). Metoda ini dapat dipilih seandainya pada medan yang ada tidak memungkinkan untuk dibuat kanal, seperti sisi sungai berupa tebing batuan. Perlu diperhatikan bahwa penstock harus aman terhadap banjir.

PERENCANAAN SIPIL

•  Saluran penghantar (head race)

Saluran penghantar berfungsi untuk mengalirkan air dari intake sampai ke bak penenang. Perencanaan saluran penghantar berdasarkan pada kriteria:

•  Nilai ekonomis yang tinggi

•  Efisiensi fungsi

•  Aman terhadap tinjauan teknis

•  Mudah pengerjaannya

•  Mudah pemetiharaannya

•  Struktur bangunan yang memadai

•  Kehilangan tinggi tekan (head losses) yang kecil

Perencanaan hidrolis

Dimensi saluran dihitung menggunakan formula untuk perhitungan aliran seragam (uniform flow) pada saluran terbuka. Proses perencanaan hidrolis saluran pembawa dilakukan menggunakan software engineering hydraulic Flow Pro. 2. Pada perencanaan ini ditetapkan slope saluran pembawa sebesar 0.001 dengan koefisien Manning 0.012.

  1. Kecepatan aliran

Kecepatan aliran pada saluran penghantar direncanakan sedemikian rupa untuk mencegah sedimentasi akibat kecepatan rendah maupun pengerusan tanah akibat kecepatan tinggi. Kecepatan aliran yang diijinkan dalam saluran ditetapkan dengan asumsi ukuran butir material sedimen 0.2 – 0.3 mm

Kecepatan aliran yang diijinkan pada perencanaan ini adalah :

•  Kecepatan maksimum

:

2 m/det, saluran pasangan batu tanpa plesteran

•  Kecepatan minimum

:

0.3 m/det, saluran pasangan batu plesteran 0.5 m/det, saluran tanpa pasangan/plesteran

Kecepatan rata aliran yang diijinkan pada perencanaan ini berkisar 0.5 – 0.7 m/det.

Tabe15.1 Perhitungan Saluran Pembawa, Flow Pro 2

Discharge

Diameter

Manning’s n

Slope

Control Depth

0.75

1.2

0.012

0.001

1,000

Normal Depth

XSee Area

Crit. Depth

XSec Area

Flow Type

0,546

0,656

0,342

0,410

Subcritical

Distance

Depth

Energy

Area

Velocity

36,900

0,970

0,991

1,164

0,644

74,486

0,940

0,962

1,128

0,665

112,876

0,909

0,934

1,091

0,687

150,000

0,881

0,907

1,057

0,709

•  Bak penenang dan pengendap (head tank)

Konstruksi bak penenang dalam perencanaan ini adalah sebagaimana ditampilkan pada gambar 5.4. Perhitungan dimensi bak penenang dilakukan dengan beberapa kriteria, yaitu :

•  Volume bak 10 – 20 kali debit yang masuk untuk menjamin aliran steady di pipa pesat dan mampu meredam tekanan balik pada saat penutupan aliran di pipa pesat.

•  Bak penenang direncanakan dengan menetapkan kecepatan vertikal partikel sedimer 0.03 m/det.

•  Pipa pesat ditempatkan 15 cm di atas dasar bak penenang untuk menghindarkan masuknya batu atau benda-benda yang tidak diijinkan terbawa memasuki turbin, karena berpotensi merusak runner turbin.

•  Pipa pesat ditempatkan pada jarak minimum 4 x D (diameter pipa pesat) dari muka air untuk menjamin tidak terjadi turbulensi dan pusaran yang memungkinkan masuknya udara bersama aliran air di dalam pipa pesat

•  Bak penenang dilengkapi trash rack untuk mencegah sampah dan benda-benda yang tidak diinginkan memasuki pipa pesat bersama aliran air.

•  Pipa penguras ditempatkan di bak pengendap dan bak penenang sebagai kelengkapan untuk perawatan (pembuangan endapan sedimen).

•  Bak penenang diiengkapi pelimpas yang direncanakan untuk membuang kelebihan debit pada saat banjir. Bangunan bak penenang dan saluran pembawa direncanakan terjaga ketinggian permukaan pada saat banjir sampai maksimum 25% dari debit desain.

•  Konstruksi bak penenang dan pengendap berupa pasangan batu diplester dengan dasar bak berupa cor-an beton tumbuk (tanpa tulangan) kedap air.

•  Pipa pesat (penstock)

Pipa pesat (penstock) adalah pipa yang yang berfungsi untuk mengalirkan air dari bak penenang (forebay tank). Perencanaan pipa pesat mencakup pemilihan material, diameter penstock, tebal dan jenis sambungan (coordination point). Pemilihan material berdasarkan pertimbangan kondisi operasi, aksesibility, berat, sistem penyambungan dan biaya. Diameter pipa pesat dipilih dengan pertimbangan keamanan, kemudahan proses pembuatan, ketersediaan material dan tingkat rugirugi (fiction losses) seminimal mungkin. Ketebalan penstock dipilih untuk menahan tekanan hidrolik dan surge pressure yang dapat terjadi.

•  Pemilihan pipa pesat

Data dan asumsi awal perhitungan pipa pesat:

•  Material pipa pesat menggunakan plat baja diroll dan dilas (welded rolled steel. Hat ini dipilih sebagai alternatif terbaik untuk mendaotkan biaya terkecil. Material yang digunakan adalah mild steel (St 37) dengan kekuatan cukup.

•  Head losses pada sistem pemipaan (penstock) diasumsikan sekitar 4% terhadap head gross.

•  Diameter pipa pesat

Diameter minimum pipa pesat dapat dihitung dengan persamaan

D=( 10.3 n 2 Q 2 L / hf ) 0.1875

Di mana:

n = koefisien kekasaran (roughness) untuk welded steel, 0.012

Q = debit desain sebesar m3/S

L = panjang penstock, m

H = tinggi jatuhan air (gross head), m

Tabel 5. 2 Material Pipa Pesat

Material

Young’s modulus
of elasticity
E (N/m 2 )E9

linear expansion
a (n/m QC)E6

Ultimate
tensile strength
(N/m 2 )E6

N

Weleded steel

206

12

400

0.012

Polyethylene

0.55

140

5

0.009

Polyvinyl chloride (PVC)

2.75

54

13

3,009

Asbestos cenent

n.a

8.1

na

0.011

Cast iron

78.5

10

140

0.014

Dutiie iron

16,7

11

340

0.015

• Tebal plat

Perhitungan tebal plat dapat menggunakan persamaan

tp = (P i .D/ 2sf.Kf)+ts

dimana :

ts = adalah penambahan ketebalan pipa untuk faktor korosi

P1 = tekanan hidrostatik, kNi P mm2

D = diameter dalam pipa

Kf = faktor pehgelasan sebesar 0.9 untuk pengelasan dengan inspeksi x-ray faktor pengelasan sebesar 0.8 untuk pengelasan biasa

sf = desain tegangan pipa yang diijinkan

Pendekatan paling sederhana menggunakan rekomendasi ASME untuk tebal penstock minimum (mm) adalah 2,5 kali diameter pipa (m) di tambah 1,2 mm.

t min = 2.5D + 1.2 mm

Rekomendasi lain adalah

t min =(D+508)/1400

•  Waterhammer

Pada saat penutupan inlet valve dapat terjadi tekanan gelombang aliran air di dalam pipa yang dikenal sebagai waterhammer. Tekanan baiik akibat tertahannya aliran air oleh penutupan katup akan berinteraksi dengan tekanan air yang menuju inlet valve sehingga terjadi tekanan tinggi yang dapat merusak penstock. Besarnya tekanan tersebut dipengaruhi oleh faktor

•  Kecepatan gelombang tekanan ( pressure wave speed ), c yang besarnya

C= [ 10 -3 K/(1+ KD/Et)] 0.5

Dimana :

K = modulus bulk air, 2.1 x 10′ N/m2

E = modulus elastilk material, untuk welded steel 2.1 x 11C N/m2

D = diameter pipa (mm)

t = tebal pipa (mm)

•  Surge pressure pada pipa, Ps (m kolom air)

P S = c.PV/g

di mana :

PV = kecepatan aliran air didalam pipa adalah 4Q/ PD2

g = percepatan gravitasi m/det2

Tekanan total (tekanan kritis) di dalam pipa adalah sebesar, Pc:

Pc = PO + PS

= (0.96 Hgross) + PS

dimana Po adalah tekanan hidrostatik dalam pipa dengan asumsi headloss 4% Sementara itu tegangan yang terjadi pada dinding pipa adalah

s = Pc. D/2.t

Tegangan pada dinding pipa tersebut dibandingkan dengan kekuatan tarik material dan tegangan yang diijinkan. Apabila tegangan pada dinding pipa lebih besar maka penentuan diameter dan ketebalan pipa diulang (iterasi) sampai diperoleh kondisi yang aman. Perhitungan rinci kekuatan dan keamanan pipa dilampirkan pada setiap lokasi rencana pengembangan PLTMH.

•  Tumpuan pipa pesat (saddles support)

Tumpuan pipa pesat, baik pondasi anchor block, saddle support, berfungsi untuk mengikat dan menahan penstock. Jarak antar tumpuan (L) ditentukan oleh besarnya defleksi maksimum penstock yang diijinkan. Jarak maksimum dudukan pondasi penstok dapat dihitung dengan formula:

L = 182.61 x {[(D + 0.0147) 4 - D 4 ]/ p} 0.333

Dimana.

D = diameter dalam penstock (m)

P = berat satuan dalam keadaan penuh berisi air (kg/m).

Berat satuan pipa pesat dihitung dengan formula

W pipa = PD x t x l x Pbaja

Di mana

W pipa = kg 1 m pipa pesat

D = diameter pipa, m

t = tebal pipa, m

pbaja= 7860 kg/M3

Berat air di dalam pipa dihitung sebesar:

Di mana:

W air = kg 1 m pipa pesat

D = diameter pipa, m

1 = panjang pipa satuan, 1 m

p air = 1000 kg/m3

W air = 0.25nD 2 x 1 x pair

Berat satuan pipa berisi penuh air adalah, P = W pipa + W air . Pada perencanaan

PLTMH ini, jarak antar tumpuan pipa pesat rata-rata adalah 4 m,

•  Rugi-rugi head (Head Losses).

Rugi-rugi head (head losses) diberikan oleh faktor:

•  Kerugian karena gesekan saat aliran air melewati trashrack

•  Kerugian gesekan aliran fluida di dalam pipa

•  Kerugian karena turbulensi aliran yang dipengaruhi belokan, bukaan katup, perubahan penampang aliran

Reduksi head losses dapat dilakukan dengan cara :

•  Penggunaan diameter pipa yang lebih besar (harus mempertimbangkan biaya)

•  Mengurangi belokan pada penstock dan pemilihan dimensi yang terbaik untukmendapatkan rugi-rugi yang kecil.

Besarnya rugi-rugi pada pipa pesat terdiri dari:

Rugi-rugi karena gesekan selama aliran didalam pipa, hfriction

Hfriction = P.L.V 2 / 2.g.D

Di mana ;

P = koefisien gesekan berdasarkan diagram Moody, bilangan Reynolds dan koefisien kekasaran material

L = panjang penstock, m

V = kecepatan rata-rata, m/det

G = percepatan gravitasi, m/det2

D = diameter pipa pesat, m

Persamaan empiris lainnya yang dapat digunakan untuk menghitung rugi-rugi gesekan ini adalah:

(Hf 1 L) = 10.29 n 2 Q21 D5 .333

dimana:

Hf head losses karena gesekan aliran di dalam pipa, m L panjang pipa, m n koefisien kekasaran Manning, 0.012 untuk material welded steel Q debit, m 31S

D diameter penstock, m

Kerugian karena gesekan pada aliran metalui trashrack dapat dihitung dengan formula Kirchmer sebagai berikut

t pr27sin lb 2g

dimana ;

Kt = koefisien gesekan bentuk pelat trashrack

t = tebal plat trashrack

b = jarak antar plat trashrack

Vo = kecepatan aliran air

g = percepatan gravitasi

0 = sudut jatuhan trashrack dengan horisontal

Kerugian karena turbulensi, HI

HI total. V2 1 2g

Di mana, koefisien losses, ~ total besarnya adalah

~ total = Onlet loss + ~ belokantelbow + ~inlet valve + ~reducer/difusor + ~draf’Lube

Berdasarkan perhitungan menggunakan form. ula-formula di atas, maka pada perencanaart PLTM ini ukuran pipa pesat distandarisasi untuk memudahkan aplikasi di lapangan, sebagaimana dapat dilihat di tabel 5.3. Diameter standar pipa dibuat dari plat ukuran 120 cm x 240 cm yang diroll dan dilas.

Tabel 5.3 Standard Penggunaan Pipa Pesat

Tabel 5.6 Koefisier, Kekasaran Manning beberapa material Penstock

Wdded~1 pc~yiem (M) PVC Adx~c~nt 0~kw cam hw V~-~(m,vi) CweffiM, ~ f~ m~ 1~)

(1. 01 2_ TWO 0.” (1.011 (1,015 0.014: (1.012

PELAKSANAAN ELEKTRIKALMEKANIKAL

1. Pemilihan Turbin

Turbin air berperan untuk mengubah energi air (energi potensial, tekanan dan energi kinetik) menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros. Putaran poros turbin ini akan diubah oleh generator menjadi tenaga listrik. Berdasarkan prinsip kerjanya , turbin air dibagi menjadi dua kelompok:

v     Turbin impuls (cross-flow, pelton & turgo)

untuk jenis ini, tekanan pada setiap sisi sudu geraknya lrunnernya – bagian turbin yang berputar – sama.

v     Turbin reaksi ( francis, kaplanlpropeller)

Daerah aplikasi berbagai jenis turbin air relatif spesifik. Pada beberapa daerah operasi memungkinkan digunakan beberapa jenis turbin. Pemilihan jenis turbin pada daerah operasi yang overlaping ini memerlukan perhitungan yang lebih mendalam. Pada dasarnya daerah kerja operasi turbin menurut Keller2 dikelompokkan menjadi:

Low head powerplant: dengan tinggi jatuhan air (head) :S 10 M3

Medium head power plant:: dengan tinggi jatuhan antara low head dan high-head High head power plant: dengan tinggi jatuhan air yang memenuhi persamaan

H ≥ 100 (Q)0-113

dimana, H =head, m Q = desain debit, m 31s

Secara umum hasil survey lapangan mendapatkan potensi pengembangan PLTMH dengan tinggi jatuhan (head) 6 – 60 m, yang dapat dikattegoirikan pada head rendah dan medium.

Tabel Daerah Operasi Turbin

Jenis Turbin

Variasi Head, m

Kaplan dan Propeller

2 < H < 20

Francis

10 < H < 350

Peiton

50 < H < 1000

Crossfiow

6 < H < 100

Turgo

50 < H < 250

2. Kriteria Pemilihan Jenis Turbin

Pemilihan jenis turbin dapat ditentukan berdasarkan kelebihan dan kekurangan dari jenis-jenis turbin, khususnya untuk suatu desain yang sangat spesifik. Pada tahap awal, pemilihan jenis turbin dapat diperhitungkan dengan mempertimbangkan parameter-parameter khusus yang mempengaruhi sistem operasi turbin, yaitu :

v     Faktor tinggi jatuhan air efektif (Net Head) dan debit yang akan dimanfaatkan untuk operasi turbin merupakan faktor utama yang mempengaruhi pemilihan jenis turbin, sebagai contoh : turbin pelton efektif untuk operasi pada head tinggi, sementara turbin propeller sangat efektif beroperasi pada head rendah.

v     Faktor daya (power) yang diinginkan berkaitan dengan head dan debit yang tersedia.

v     Kecepatan (putaran) turbin ang akan ditransmisikan ke generator. Sebagai contoh untuk sistem transmisi direct couple antara generator dengan turbin pada head rendah, sebuah turbin reaksi (propeller) dapat mencapai putaran yang diinginkan, sementara turbin pelton dan crossflow berputar sangat lambat (low speed) yang akan menyebabkan sistem tidak beroperasi.

Ketiga faktor di atas seringkali diekspresikan sebagai “kecepatan spesifik, Ns”, yang didefinisikan dengan formula:

Ns = N x P0.51W .21

dimana :

N = kecepatan putaran turbin, rpm

P = maksimum turbin output, kW

H = head efektif , m

Output turbin dihitung dengan formula:

P=9.81 xQxHx qt         (2)

dimana

Q         = debit air, m 3 ldetik

H         = efektif head, m

ilt          = efisiensi turbin

= 0.8 – 0.85 untuk turbin pelton

= 0.8 – 0.9 untuk turbin francis

= 0.7 – 0.8 untuk turbin crossfiow

= 0.8 – 0.9 untuk turbin propellerlkaplan

Kecepatan spesifik setiap turbin memiliki kisaran (range) tertentu berdasarkan data eksperimen. Kisaran kecepatan spesifik beberapa turbin air adalah sebagai berikut:

Turbin pelton

12≤Ns≤25

TurbinFrancis

60≤;Ns≤300

Turbin Crossflow

40≤Ns≤200

Turbin Propeller

250≤Ns≤ 1000

Dengan mengetahui kecepatan spesifik turbin maka perencanaan dan pemilihan jenis turbin akan menjadi lebih mudah. Beberapa formula yang dikembangkan dari data eksperimental berbagai jenis turbin dapat digunakan untuk melakukan estimasi perhitungan kecepatan spesifik turbin, yaitu :

Turbin pelton (1 jet)

Ns = 85.49/H0.243

(Siervo & Lugaresi, 1978)

Turbin Francis

Ns = 3763/H0.854

(Schweiger & Gregory, 1989)

Turbin Kaplan

Ns = 2283/H0.486

(Schweiger & Gregory, 1989)

Turbin Crossfiow

Ns = 513.25/H0.505

(Kpordze & Wamick, 1983)

Turbin Propeller

Ns = 2702/H0.5

(USBR, 1976)

Dengan mengetahui besaran kecepatan spesifik maka dimensi dasar turbin dapat diestimasi (diperkirakan).

Pada perencanaan PLTMH ini, pilihan turbin yang cocok untuk lokasi yang tersedia adalah :

  1. Turbin propeller tipe open flume untuk head rendah s.d 6 m
  2. Turbin crossflow 1 banki-mithell untuk head 6 m < H < 60 m.

Pemilihan jenis turbin tersebut berdasarkan ketersediaian teknologi secara lokal dan biaya pembuatan/pabrikasi yang lebih murah dibandingkan tipe lainnya seperti pelton dan francis. Jenis turbin crosstlow yang dipergunakan pada perencanaart ini adalah crossfiow T-14 dengan diameter runner 0.3 m. Turbin tipe ini memiliki efisiensi maksimum yang baik sebesar 0.74 dengan efisiensi pada debit 40% masih cukup tinggi di atas 0.6. Sementara untuk penggunaan turbin propeller open flume pabrikasi lokal ditetapkan efisiensi turbin sebesar 0.75.

Penggunaan kedua jenis turbin tersebut untuk pembangkit tenaga air skala mikro (PLTMH), khususnya crossfIlow T-14 telah terbukti handai di lapangan dibandingkan jenis crossfiow lainnya yang dikembangkan oleh berbagai pihak (lembaga penelitian, pabrikan, import). Putaran turbin baik propeller open flume head rendah dan turbin crossflow memiliki kecepatan yang rendah. Pada sistem mekanik turbin digunakan transmisi sabuk flatbelt dan pulley untuk menaikkan putaran sehingga sama dengan putaran generator 1500 rpm. Efisiensi sistem transmisi mekanik flat belt diperhitungkan 0.98. Sementara pada sistem transmisi mekanik turbin propeller open flume menggunakan sabuk V, dengan efisiensi 0.95.

Diagram Aplikasi berbagai jenis Turbin

(Head Vs Debit)

Tabel Putaran Generator Sinkron (rpm)

Jumlah Pole (kutub)

Frekuensi , 50 Hz

2

3000

4

1500

6

1000

8

750

10

600

12

500

14

429

Tabel Run-away speed Turbin, N maks/N

Jenis Turbin

Putaran Nominal, N (rpm)

Runaway speed

Semi Kaplan, single regulated

75-100

2-2.4

Kaplan, double regulated

75-150

2.8-3.2

Small-medium Kaplan

250-700

2.8-3.2

Francis (medium & high head)

500-1500

1.8-2.2

Francis (low head)

250-500

1.8-2.2

Pelton

500-1500

1.8-2

Crossflow

100-1000

1.8-2

Turgo

600-1000

2

2. Pemilihan Generator dan Sistem Kontrol

Generator adalah suatu peralatan yang berfungsi mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Jenis generator yang digunakan pada perencanaan PLTMH ini adalah :

v     Generator sinkron, sistem eksitasi tanpa sikat (brushless exitation) dengan penggunaan dua tumpuan bantalan (two bearing).

v     Induction Motor sebagai Generator (IMAG) sumbu vertikal, pada perencanaan turbin propeller open flume

Spesifikasi generator adalah putaran 1500 rpm, 50 Hz, 3 phasa dengan keluaran tegangan 220 V/380 V. Efisiensi generator secara umum adalah

v     Aplikasi < 10 KVA efisiensi 0.7 – 0.8

v     Aplikasi 10 – 20 KVA efisiensi 0.8 – 0.85

v     Aplikasi 20 – 50 KVA efisiensi 0.85

v     Aplikasi 50 – 100 KVA efisiensi 0.85 – 0.9

v     Aplikasi >. – 100 KVA efisiensi 0.9 – 0.95

Sistem kontrol yang digunakan pada perencanaan PLTMH ini menggunakan pengaturan beban sehingga jumlah output daya generator selalu sama dengan beban. Apabila terjadi penurunan beban di konsumen, maka beban tersebut akan dialihkan ke sistem pemanas udara (air heater) yang dikenal sebagai ballast load/dumy load.

Sistem pengaturan beban yang digunakan pada perencanaan ini adalah

v     Electronic Load Controller (ELC) untuk penggunaan generator sinkron

v     Induction Generator Controller (IGC) untuk penggunaan IMA

Sistem kontrol tersebut telah dapat dipabrikasi secara lokal, dan terbukti handal pada penggunaan di banyak PLTMH. Sistem kontrol ini terintegrasi pada panel kontrol (switch gear).

Fasillitas operasi panel kontrol minimum terdiri dari

v     Kontrol start/stop, baik otomatis, semi otomatis, maupun manual

v     Stop/berhenti secara otomatis

v     Trip stop (berhenti pada keadaan gangguan: over-under voltage, over-under frekuensi.

v     Emergency shut down, bila terjadi gangguan listrik (misal arus lebih)

ANALISA EKONOMI MIKROHIDRO

Perhitungan Daya dan Energi Listrik

1 Perhitungan daya listrik pada sistem PLTMH

• Daya poros turbin

Pt=9.81 xQxHx n (1)

• Daya yang ditransmisikan ke generator

Ptrans = 9.81 x Q x H x nt x nbelt (1)

• Daya yang dibangkitkan generator

P~. = 9.81 x Q x H x nt x nbelt x ngen (3)

dimana :

Q = debit air, m3/detik

H = efektif head, m

ill: = efisiensi turbin

= 0.74 untuk turbin crossflow T-14

= 0.75 untuk turbin propeller open flume lokal

nbelt = 0.98 untuk flat belt, 0.95 untuk V belt

ngen = efisiensi generator

Daya yang dibangkitkan generator ini yang akan disalurkan ke pengguna. Dalam perencanaan jumlah kebutuhan daya di pusat beban harus di bawah kapasitas daya terbangkit, sehingga tegangan listrik stabil dan sistem menjadi lebih handal (berumur panjang)

2. Kebutuhan listrik masyarakat

Kebutuhan listrik masyarakat, khususnya pada program pelistrikan desa sangat dibatasi. Hal ini didasarkan ketersediaan potensi sumber daya air, kemampuan memelihara dan membiayai penggunaan listrik, serta besaran biaya pembangunan.

Salah satu faktor pembatas adalah. pemilihan pembatas arus terkecil di pasaran, yaitu 0.5 A, sehingga daya yang dapat digunakan untuk setiap sambungan instalasi rumah rata-rata sebesar 110 W. Penggunaan listrik masyarakat perdesaan dengan PLTMH ini, khusus untuk penerangan digunakan pada malam hari dengan pertimbangan pada siang hari sebagian besar masyarakat bekerja.

ESTIMASI BIAYA PEMBANGUNAN PLTMH

1 Analisis Harga Satuan

Perhitungan analisis harga satuan merupakan tahapan paling terdepan dari estimasi biaya pembangunan. Parameter perhitungan dan analisis harga satuan pekerjaan pada perencanaan PLTMH antara lain

• Lokasi sumber material diharapkan pada jarak terdekat dengan lokasi pekerjaan konstruksi

• Tenaga kerja yang digunakan menggunakan tenaga kerja lokal di lokasi proyek dengan upah didasarkan pada harga satuan yang berlaku di wilayah tersebut. Penggunaan tenaga kerja diluar lokasi, hanya pada tingkatan pengawas dan tukang untuk pekerjaan tertentu dengan upah didasarkan pada harga yang wajar.

• Harga satuan material diperoleh dari harga satuan material dan bahan yang berlaku di wilayah rencana pembangunan PLTMH dan disesuaikan dengan faktor lokasi proyek (penyesuaian biaya transportasi dan pengangkutan)

Secara umum komponen harga satuan yang diperhitungkan meliputi:

a. Komponen tenaga

Koefisien komponen tenaga untuk masing-masing harga satuan diperoleh dari analisa kebutuhan tenaga yang diperlukan untuk setiap pekerjaan sesuai dengan standar yang berlaku, khususnya dalam pekerjaan sipil

b. Komponen bahan dan material

Dalam perhitungan koefisien bahan dan material yang akan digunakan mengacu pada analisa satuan pekerjaan yang berlaku

c. Komponen peralatan

Perhitungan koefisien peralatan didasarkan pada peralatan yang digunakan dalam satuan pekedaan, sebagaimana yang berlaku secara umum dalam pekerjaan sipillkonstruksi.

Hasil perhitungan analisis harga satuan sesuai jenis pekerjaan dapat dilihat pada lampiran setiap lokasi rencana pembangunan PLTMH.

2 Komponen Biaya Pembangunan PLTMH

Komponen biaya pembangunan PLTMH pada studi perencanaan ini terdiri dari

1. Engineering

Komponen engineering pada pembangunan PLTMH dialokasikan untuk kegiatan detail desain, supervisi pembangunan, dan penyiapan dokumen teknis akhir pembangunan PLTMH. Pada beberapa kasus kegiatan ini dapat diasumsikan terintegrasi pada pelaksana pembangunan. Pada model pembangunan lainnya, khususnya yang melibatkan dana cukup besar, kegiatan engineering dilaksanakan oleh konsultan teknik yang bertanggung jawab mereview basic desain, mengawasi pelaksanaan (supervisi), menyiapkan dokumen teknis akhir, dan melaksanakan komisioning bersama pelaksana pem6ang’unan.

Komponen biaya engineering ini dihitung berdasarkan kebutuhan minimum penggunaan tenaga ahli senior dan berpengalaman pada bidang pekerjaan sipil, teknik mesin atau elektro, dan juru gambar.

2. Peralatan Elektrikal – Mekanik

Komponen peralatan elektrikal – mekanik meliputi pengadaan sarana dan peralatan :

Turbin dan perlengkapannya yang terdiri dari unit turbin, sistem transmisi mekanik, base frame, biaya instalasi dan trial run.

Generator dan base frame

Panel kontrol (switch gear dan kontrol beban) Ballast Load

Instalasi peralatan elektrikal dan sistem pengkabelan Biaya lain-lain (10%)

3. Pekerjan Sipil

Pekerjaan sipil pada pembangunan PLTMH meliputi:

Bangunan intake -weir, Saluran pembawa, Bak pengendap, Bak penenang, Pipa pesat, Bangunan pelimpas, Rumah pembangkit,Pondasi turbin (under ground),Saluran pembuangan,Biaya fain-lain (5%)

4. Jaringan Transmisi, Distribusi, dan Instalasi Rumah

• Tiang lisfrik

• Pengadaan kabel

• Instalasi rumah

• Biaya lain-lain (5%)

5. Komponen Lain-lain

Komponen lain-lain yang dimaksud pada bagian ini adalah alokasi untuk:

Penggunaan alat bantu khusus apabila harus diperlukan seperti: alat berat untuk penataan lokasi, alat angkut khusus untuk peralatan yang berat

Keuntungan pelaksana pembangunan (15%)

Training/pelatihan operator dan pengelola

6. Pajak

Komponen pajak dihitung terhadap total pekerjaan meliputi pekerjaan 1, 2, 3, 4 dan 5 di atas. Pajak yang diperhitungkan pada perencanaan ini adalah PPn sebesar 10%.

7. Biaya Pengembangan (Project Development)

Biaya pengembangan dapat dikatakan sebagai indirect cost. Komponen ini diperhitungkan sebagai akibat proses penyiapan dan perencanaan pembangunan PLTMH yang tidak mudah dan memerlukan kegiatan pendukung. Besaran Mokasi biaya pengembangan diestimasi berdasarkan prosentase.

Aktivitas yang berkait dengan kegiatan pengembangan ini adalah kegiatan administrasi proyek, manajemen proyek di tingkat owner (pemilik pekerjaan), biaya legal, penyiapan dan pelaksanaan tender, ganti rugi atas pembebasan tanah apabifa ada, monitoring dan evaluasi proyek di tingkat owner.

Sebagai acuan, estimasi biaya pengembangan dikelompokan menjadi: * Manajemen proyek (10%) dari total biaya fisik dan pajak * Tender, kontrak dan legal (5%) dari total biaya fisik dan pajak * Ganti rugi

Referensi dari prosentase dan harga satuan orang berdasarkan standar biaya orang nasionai (Bappenas) dan beberapa rekomendasi pada kegiatan pembangunan PLTMH seperti yang dikeluarkan oleh J1CA dan tingkat kewajaran yang berlaku umum.

Komponen Biaya Operasional

Perawatan PLTMH memegang peranan penting dalam menjaga sustainibility dan kehandalan operasi. Pengelola harus dapat menangani kegiatan perawatan dan membiayainya. Kegiatan perawatan ada yang bersifat periodik (penggantian oli) ada yang bersifat temporer setiap ada kerusakan pada fasilitas bangunan sipil, peralatan elektrikal – mekanik, maupun jaringan transmisi dan distribusi.

Sebagai gambaran kebutuhan biaya perawatan PLTMH, analisis dilakukan untuk periode tahunan (annual cost). Besar biaya perawatan setiap lokasi akan berbeda. Estimasi biaya operasional untuk setiap PLTMH terlampir pada laporan masing~ masing lokasi PLTMH.

Analisis Finansial Skema On Grid

Pada pembangunan PLTMH dengan skerna On-Grid System dilakukan perhitungan kelayakan secara ekonomis. Aspek penilaian kelayakan dilakukan dengan kriteria :

• Pay back periods atau pengembalian investasi maksimum 213 dari umur ekonomis proyek.

• NPV (net present value) investasi > 0

• IRR (internal rate of return) > discount rate

• Profitability Indeks > 1

Parameter atau asumsi yang digunakan pada perhitungan cash flow ditetapkan sebagai berikut:

• Kenaikan biaya OM (operasi dan maintenance) setiap tahun sebesar 4%

• Suku bunga pinjaman kornersial 17%-18%

• Suku bunga deposito 10%

• Tingkat resiko penggunaan equity 5%

Penyesuaian tarif jual listrik ke PLN setiap tahun 2,5%

Skerna investasi 100% equity, dan equity.. loan (60%: 40%)

Depresiasi 10 tahun

Grace periods pengembalian pinjaman 2 tahun

Jangka waktu pengembalian pinjaman 10 tahun

Berdasarkan hasil analisa kelayakan dapat disimpulkan bahwa faktor tarif menjadi kunci menarik tidaknya investasi pada pembangunan PLTMH. Investasi pembangunan PLTMH akan menarik untuk kapasitas pembangkitan skala minihidro > 100 W Pada skala minihidro ini biaya pembangunan per kW daya terpasang

cukup kecil < Rp 10 juta per kW, energi listrik yang dijual cukup besar, pendapatan penjualan energi listrik lebih besar, sehingga tingkat pengembalian investasi lebih baik. Analisa kelayakan ekonomi pada skema on – grid ini dapat dilihat pada laporan lokasi potensi pembangunan PLTMH (site report).

Penutup

Investasi pembangunan PLTMH relatif besar sekitar Rp 20 jutalkW terbangkit dengan tidak memasukkan biaya perencanaan dan pengembangan proyek pemerintah. Biaya pembangunan ini semakin besar untuk kapasitas pembangkitan yang kecil, yaitu berkisar Rp 26 juta per kW untuk kapasitas 20 _-30 W. Semakin besar kapasitas pembangkitan maka biaya pembangunan per kW akan menurun, berkisar Rp 16 – 17 juta untuk kapasitas 40 kW – 50 kW dan di bawah Rp 10 juta per kW untuk skala minihidro, > 100 W. Hal ini dapat menjadi acuan apabila pembangunan dilakukan oleh swasta dengan sumber pembiayaan di luar APBD atau APBN.

Besamya biaya pembangunan ini tentunya diharapkan dapat diimbangi oleh kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan, mengelola dan mengembangkan PLTMH sebagai motor penggerak kegiatan ekonomi pedesaan dan kegiatan produktif kelompok masyarakat. Identifikasi potensi pengembangan kegiatan ekonomi produktif seperti agro processing, home industri dan agro, industri sangat penting dilakukan baik oleh masyarakat maupun pemerintah dan pihak-pihak yang interest dalam pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat untuk mengoptimalkan fungsi PLTMH selain untuk penerangan.

Pada saatnva, realisasi pelaksanaan pembangunan PLTMH memerlukan kompetensi dari pelaku atau pelaksana pembangunan. Hal ini disebabkan sifat pembangunan PLTMH yang khas sebagai bagian kegiatan pengembangan masyarakat (community development).

Pada skerna pembangunan PLTMH sebagai unit usaha (on grid system) maka idealnya biaya pembangunan paling efisien dan memberikan tingkat pengembalian yang tinggi yang akan menarik investor/swasta. Dalam hal ini pembangkitan skala minihidro, > 100 kW dapat memberikan kelayakan finansial yang baik dan menarik untuk distudi lebih jauh sebagaimana dapat dilihat pada laporan setiap lokasi, khususnya untuk skerna on grid.

Note: Maaf kalo gambarnya kurang jelas, soalx waktu ap load koneksi internet agak lambat. nanti diperbarui pada kesempatan berikut

Sumber:http://www.energiterbarukan.net/index.php?Itemid=72&id=20&option=com_content&task=view

About these ads

Entry filed under: Energi Listrik. Tags: , , , , , , .

PEMBANGKIT ENERGI TENAGA SURYA Square-wave 12VDC to 240VAC Inverter

84 Komentar Add your own

  • 1. sinambela  |  Agustus 5, 2008 pukul 2:12 pm

    Saya sangat tertarik dengan PLTMH ini. Saat ini saya sedang mencari pemasok utk turbin, generator, dan panel kontrol untuk kapasitas pembangkit 15KW. Mohon bantuannya..

    Balas
    • 2. Budi  |  Januari 11, 2012 pukul 3:20 pm

      Saya Budi pemasok juga pengembang PLTMH sejak tahun 1985 memilik bengkel turbin TEPAT GUNA TEKNIK, siap membantu anda. email: rbudiywn@yahoo.com Hp 081330058005

      Balas
  • 3. toeti  |  Agustus 6, 2008 pukul 3:28 am

    Mas.. informasinya aku ambil dan sebarluaskan disini ya,.. sapa tahu berguna bagi masyarakat sulses khususnya..

    Balas
  • 4. adesalbg  |  Agustus 9, 2008 pukul 6:02 am

    Mas, untuk ifo tentang turbinnya, mas dapat dapt menghubungi BPPT saja. Kalo tidak nanti saya kirimi info turbin yang kebetulan dapat dari internet juga

    Balas
  • 5. adesalbg  |  Agustus 9, 2008 pukul 6:05 am

    Bwt Mbak Tuti, makasih yah atas kunjungi di blog saya. Mbak, kalo Mbal melihat sesutu yang berguna dari blog saya ini, ya ambil dan sebarkan saja dan tidak usah ragu.

    Kan semua ilmu yang bermanfaat harus dibagi :-)

    Balas
  • 6. Ayodya  |  Oktober 10, 2008 pukul 1:59 pm

    Mas, saya mau tanya estimasi biaya untuk membangun PLTMH, terutama bagian mekanikal elektrikalnya. Terima kasih atas bantuannya.

    Balas
  • 7. adesalbg  |  Oktober 24, 2008 pukul 12:51 pm

    Untuk mengestimate anggaran pembuatan PLTMH, itu du sesuaikan dengan daya yang dibangkitkan dan kondisi setempat.

    semakin besar daya dan jauh dari sumber air berarti semakin besar pulabiaya biaya instalasix

    untuk perhitungan di atas sdh ada rumus yang bisa di gunakn. trimakasi

    Balas
  • 8. Taufan Setyawan  |  November 25, 2008 pukul 1:43 pm

    Terima kasih atas informasinya, saya sebagai mahasiswa konversi energi di Politeknik Negeri Semarang sangat bermanfaat, apalagi pada masa sekarang PLTMH sedang ‘nge-tren’ untuk daerah yang mempunyai potensi tenaga air skala kecil.
    MERDEKA……!!!!!!!!!!!!!!!

    Balas
  • 9. adesalbg  |  November 26, 2008 pukul 4:36 am

    Thank you boss…!
    kita saling berbagi info saja seputar dunia energi listrik, terutama energi listrik terbarukan tanpa BBM yang membuat kita rakyat kecil menjadi melarat

    Balas
  • 10. adesalbg  |  November 30, 2008 pukul 3:32 pm

    ASME Singkatan dari American Society of Mechanical Engineers. ASME ini pertamakali didirikan pada tahun 1880 oleh Alexander Lyman Holley, Henry Rossiter Worthington, John Edison Sweet and Matthias N. Forne.

    ASME adalah makanan wajib bagi Piping Stress Engineer dan Piping Engineer pada umumnya. Pengetahuan terhadap Code ini dirasakan sangat perlu sebelum memulai pekerjaan didalam Piping Engineering.

    Saya sendiri tetap terus menerus menambah pengetahuan dan mempelajari Code ini didalam upaya memberikan justifikasi terhadap pekerjaan yang saya lakukan, sekaligus melakukan pengecekan terhadap kesesuaian antara pekerjaan kita dengan Code.

    Balas
  • 11. tri  |  Desember 1, 2008 pukul 4:53 am

    tanya ne,sistem untuk emergency pltmh tu gimana trus apa aja nama dan alat apa aja , misal tauh tolong diajarin ya ,kirim ke email saya MINGKAK87 @YAHOO.co.id . kalau bisa secara detail,soalnya daerah saya cukup berkompeten untuk membangun pltmh mungkin kalau bisa saya mau merancangnya dulu

    Balas
  • 12. adesalbg  |  Desember 1, 2008 pukul 5:11 am

    Itu kan sudah kubahas secarah penuh di artikel tsb.
    Nanti kukirimkan filenya.

    Tapi maaf sebelumnya kalo terlambat kirim mail balasannya

    Balas
  • 13. Syafrizal  |  Desember 4, 2008 pukul 7:41 am

    Sangat bagus informasi PLTMH ini tapi saya masih kurang bisa mempelajarinya, bisa ngak bos dikirimin contoh detail desain pltmh ke email saya . thanks untuk informasinya

    Balas
  • 14. sobo  |  Desember 5, 2008 pukul 8:54 am

    tolong kirim cara pembuatan sudu dan ukuran2nya

    Balas
  • 15. adesalbg  |  Desember 9, 2008 pukul 5:57 am

    Mas Syafrizal file sdh ku kirimi

    Balas
  • 16. adesalbg  |  Desember 9, 2008 pukul 6:00 am

    Mas Syafrizal, apa ada alamat e-mail yang lain? Soalnnya ku kirimi tapi gagal truss…

    Balas
  • 17. adyt  |  Desember 12, 2008 pukul 12:40 am

    saya butuh info tlng di bantu ya
    harga mesin Mikro Hidro kapasitas 5000 wat
    harga mesin Mikro Hidro kapasitas 10.000 wat
    harga mesin Mikro Hidro kapasitas 15.000 wat
    terima kasih

    Balas
  • 18. adesalbg  |  Desember 15, 2008 pukul 2:23 am

    Mas..Adyt untuk lebih jelasnya mas Adyt dapat melihat di alamat web :http://www.anekasurya.com/turbin-micro-hydro.htm dan http://www.indonetwork.co.id/aldiasvin/364281 soalnya di alamat tersebut lengkap infonya tentang peralatan Mikro Hidro, Khususnya Tubin dengan Generatornya. Trima Kasih

    Balas
  • 19. suparmi a. aspian  |  Desember 23, 2008 pukul 11:43 pm

    mas ade, saya copy artikelnya ya… mudah-mudahan ada manfaatnya untuk daerah saya yang sangat kesulitan akan energi listrik.

    Balas
  • 20. adesalbg  |  Desember 24, 2008 pukul 2:33 pm

    ambil aja mas..
    Gpp kok

    Balas
  • 21. reni  |  Desember 30, 2008 pukul 7:13 am

    Artikelnya menarik sekali…..namun saya tidak melihat sumber tulisan dan photo2 yang ditampilkan aslinya dari mana? Saya pernah membaca artikel dan buku tentang PLTMH yang hampir sama dengan tulisan ini. Mohon dapat disebutkan agar saya dapat melacak lebih detil lagi informasi terkait. bagi rekan2 yang ingin tahu lebih banyak tentang PLTMH dapat ikut milis JMI-Jaringan MikroHidro Indonesia. Disini kita semakin dapat memperkaya pengetahuan kita dari orang2 yang peduli dengan energi terbarukan yang sudah semakin ditinggalkan oleh pemerintah kita.
    Salam dan terus berjuang

    Balas
  • 22. adesalbg  |  Januari 1, 2009 pukul 4:56 am

    Trimakasi sarannya.
    Sebenarnya tulisan ini merupakan salah satu tugas mata kuliah sewaktu kuliah dan sengaja ku posting disini. Tulisan ini bersumber dari http://www.energiterbarukan.net/index.php?Itemid=72&id=20&option=com_content&task=view
    dan memang ada sedikit pngurangan naskah tanpa maksud mengurangi tujuan awalnya.
    Trimakaih

    Balas
  • 23. imang  |  Januari 13, 2009 pukul 5:25 am

    bagi yang perlu turbin, generator dan sejenisnya bole diskusi dgn saya, kontak pliss 081219116728

    Balas
  • 24. Jaka  |  Januari 17, 2009 pukul 7:56 am

    Mas Ade,
    Saya sedang mencari team konsultan yang kapabel untuk melakukan “studi evaluasi potensi PLT Mikro Hidro” untuk Kabupaten di Kalbar.
    Studi ini lebih kepada identifikasi awal lokasi2 yang potensial untuk mikro hirdro dengan kapasitas >2000Kw untuk luas area 400.000km2
    Mas bisa bantu? please submit costingnya.
    regards
    Jaka

    Balas
  • 25. adesalbg  |  Januari 17, 2009 pukul 5:52 pm

    Maksudnya Biayanya..?

    Balas
  • 26. Barlin  |  Januari 19, 2009 pukul 2:02 pm

    Kira-kira bisa minta atau ada info untuk cari software dan animasi PLTMH? Terimakasih

    Balas
    • 27. adesalbg  |  Januari 19, 2009 pukul 2:39 pm

      sejauh ini saya belu temukan tu

      Balas
  • 28. jerry  |  Januari 31, 2009 pukul 4:47 am

    mas klo boleh di masukan lagi kelayakan konstruksi bangunan dan jaringan pltmh

    Balas
    • 29. adesalbg  |  Februari 2, 2009 pukul 5:33 am

      Insya Allah akan ku tambahkan

      Balas
  • 30. rully indrawan  |  Februari 11, 2009 pukul 11:22 am

    aslm..
    mas saya minta info lebih lanjut kaitan dgn turbin pelton dan turbin propeler open flume kalau bisa kirimin gambarnya. saya lg nyusun skripsi tentang PLTMH-turbin pelton.
    thanks..

    Balas
  • 31. adesalbg  |  Februari 14, 2009 pukul 5:48 am

    Untuk Info lengkap tentang turbin dapat dilihat di http://usuarios.lycos.es/jrcuenca/English/Turbines/hydraulic_turbines.htm

    Balas
  • 32. ecoside  |  Maret 10, 2009 pukul 8:47 am

    mas, kalau pemakaian turbin kaplan layak tidak dan memaintenence untuk wilayah kerinci, Jambi bagaimana…tolong infonya

    Balas
  • 33. fariqhal azkha  |  April 6, 2009 pukul 3:25 am

    mas, bisa minta tolong kirimi rancangan dan contoh detail desain pltmh ke email saya . thanks untuk informasinya

    Balas
  • 34. dhanis  |  April 11, 2009 pukul 3:34 am

    terima kasih banyak mas
    aku beruntung dapat membaca blognya

    Balas
    • 35. adesalbg  |  April 11, 2009 pukul 4:55 am

      Trimakasi juga kalo infi yang saya berikan lewat blogg dapat bermanfaat bagi kita semua

      Balas
  • 36. JO  |  April 30, 2009 pukul 3:11 am

    berapa tinggi bendungan yang diperlukan untuk mendapatkan kwh tertentu (perhitungannya)
    contoh: misalnya kita ingin mendapatkan 750 kwh. berapa tinggi bendungnya agar tercapai 750 kwh tersebut? terima kasih..

    Balas
  • 37. NiSa_ STaR  |  Mei 13, 2009 pukul 10:54 am

    alamatx

    Balas
  • 38. goenaw  |  Mei 14, 2009 pukul 7:23 am

    bos, sangat menarik. saya bisa dikirimi via email detal biaya/rab untuk pembangunan pltmh kincir air?untuk kapasitas berapapun.ditunggu di goenaw@gmail.com. thx

    Balas
  • 39. jar  |  Juli 9, 2009 pukul 5:41 am

    makasih atas infonya soal pembangkit tenaga mikro hidro,,,,, q renc buat pltmh di dai wil sulteng cuma q sulit dapat generator n alat kontrolnya, bisa tidak diberitahu tempat memesan generator + turbin panel kontrol n kabelnya tq b4

    Balas
    • 40. adesalbg  |  Oktober 25, 2009 pukul 12:02 pm

      Semua komponen PLMTH bisa di[esan di LIPI jakarta

      Balas
  • 41. AGUS SALIM  |  September 14, 2009 pukul 4:17 pm

    mas aya sedang memerlukan teknisi PLTMH
    tolong informasinya

    Agus alim
    HP 081256808833

    Balas
  • 42. Andri Purwanto  |  Oktober 8, 2009 pukul 1:44 am

    Bisa minta bantuan gk nich……..??
    Saya dalam penyelesaian Tugas Akhir, Judulnya PERANCANGAN TRASMISI PADA MIKRO HIDRO SEKALA KECIL (MODEL LEHER ANGSA)
    ada yang bisa bantu gk nich, kl ada info mengenai judul di atas saya minta tolong dengan sangat donk……..Thks yang sebesar2x yach bwt yang bantu.

    Balas
  • 43. Djunaedi A. R  |  Oktober 28, 2009 pukul 1:24 am

    Kepada Yth, Pemilik Web site ini

    Bapak yth,
    saya sekarang lagi ada perencanaan proyek PLTMH di palembang, MOU dengan Bapak Bupati sdh didapat dan telah disurvei lokasi tetapi belu dilakukan pengukuran secara akurat,
    hanya secara Roughly saja , mhn kepada bapak pemilik website ini dapat menghubungi saya utk dijajaki kerjasama proyek tsb.
    terima kasih saya tunggu

    Balas
    • 44. adesalbg  |  November 10, 2009 pukul 12:44 am

      terima kasih atas ajakan untuk kerja samanya.
      Pak, untuk kerja sama saya pikir itu bagus, cuma saya sendiri belum pernah terjun langsung dalam dunia PLMTH skala 5 KWh keatas. Tapi kalo skala kecil saya dan beberapa teman pernah mencoba. Tulisan ini hanya ide2 saja dan beberapa sumber yang saya dapati dan saya liat rata2 sama pengerjaannya dan analitik teknisnya.

      Saya sebenarnya sangat tertarik dengan dunia yang bapak twarkan, tp saya sedang berada Papua. Sementara saya sedang ikut proyek pembangunan jaringan listrik di timika. Boleh kita kerja sama tp dalam hal memberi saran analitik2 secara teknik.

      Sekali lagi trima kasi untuk tawaran dari bapak, Inya Allah di lain waktu mungkin kita bisa kerja sama secara baik

      Balas
    • 45. Budi  |  Januari 11, 2012 pukul 3:33 pm

      Yth. Bpk Djunaedi saya siap membantu n kerjasama dgn bapak,kebetulan proyek sy ( Budi 081330058005) ada di Jambi dekat dgn Palembang, PLTMH yg sy kerjakan di Jambi smp skg sudah 80 tempat,maaf buat pemilik website sy hanya membantu kebutuhan Bpk Djunaedi. Mksh

      Balas
  • 46. agnes tinambunan  |  November 11, 2009 pukul 2:20 pm

    dikota sering terjadimati lampu aku mau PLN segera membenerin lampu di kotaku yang bernama kota bogor cepat yaaaaaaaaaaaaaa

    Balas
  • 47. ade rasjaya  |  Desember 9, 2009 pukul 2:46 am

    mas saya minta tolong……daya 300kw pake turbin apa dan berapa debit,tinggi dan diameter pipa pesat

    Balas
    • 48. adesalbg  |  Desember 9, 2009 pukul 11:03 am

      Iya nanti saya tolong hitung …. sabar aja ya….

      Balas
  • 49. haris  |  Januari 14, 2010 pukul 4:01 am

    mas ade, saya lagi coba desain PLTMH nih, data2 nya:
    H= 10 m
    Q = 12 m3/dt
    L = 22 m

    rencana saya, saya akan bangun 3 x 350 kw, dengan menggunakan rumus diameter penstock :
    D=( 10.3 n 2 Q 2 L / hf ) 0.1875
    kok ketemunya jadi besar banget ya?, kl ndak salah jadi 61 m
    wah….diameter segitu gede banget. mohon infonya cara perhitungan yang benar

    trima kasih

    haris

    Balas
    • 50. adesalbg  |  Januari 15, 2010 pukul 1:42 pm

      nanti saya bantukan mengenai perhitungan teknisnya

      Balas
  • 51. Bombong Ahmad Pamuji  |  Januari 18, 2010 pukul 3:48 am

    Thanks infonya.
    Saya sedang manganalisa RAB sebuah proyek PLTM. Gimana caranya untuk mengetahui untuk kapasitas terpasang sekian MW dibutuhkan biaya berapa. Ada info Mas Ade…
    Kalo Mas Ade punya bench mark untuk proyek PLTM boleh dong kirim ke email saya.

    Balas
    • 52. adesalbg  |  Januari 18, 2010 pukul 12:21 pm

      Untuk kapasitas dari PLTM, harus di survei terlebih dahulu suatu lokasi. Berapa kebtuhan msy, pertumbuhan pemakaian energi listrik. Di samping itu, kita juga harus mengetahui seberpa besar sumber air, serta analisis yang baik untuk menentukan seberapa MW yang bisa dibangkitkan.

      Mengenai harga saya belum bisa pastikan, karna harus ada study kelayakan, lokasix bagaimana, dampak bagi lingkungan apa, dll. Dan biaya ini bervariasi, tergantung dari kondisi suatu lokasi tertentu.
      Kalo Banc Marknya, saya belum ada, tp kalo ada Insya Allah saya akan kirim

      Balas
  • 53. Az  |  Maret 1, 2010 pukul 12:41 pm

    Aslm…
    mas, bisa minta tolong dikirimkan contoh rancangan dan detail desain pltmh.sy sangat membutuhkannya utk penyelesaian tugas akhir.
    Wslm…

    Balas
  • 54. Hendra  |  April 14, 2010 pukul 4:06 pm

    mas pemilik website, saya mahasiswa teknik listrik semester terakhir. jujur saya belum punyaa ide untuk judul laporan akhir saya… menurut mas bisa gak ya apa yang mas tulis ini saya jadikan laporan akhir saya.. tapi jika mas punya jenis laporan yang lain saya tidaklah berkeberatan jika dikasih. tolong dikirim ke email saya ya mas contoh laporan akhir yang mas punya… terima kasih sebelumnya,,,, saya sangat mengharapkan bantuan dari mas.

    Balas
    • 55. adesalbg  |  Juli 22, 2010 pukul 4:39 am

      boleh banget

      Balas
  • 56. lia  |  Mei 7, 2010 pukul 6:18 am

    mas gmna ya kira2 perencanaan sipil buat rancangan PLTMH yang menggunakan turbin propeller

    Balas
  • 57. irian  |  Juni 17, 2010 pukul 11:24 am

    thanks bro.. nice article

    Balas
  • 58. edi  |  Juli 24, 2010 pukul 7:58 am

    saya mau tanya brapa diameter pipa penstock pada debit 400 liter pada sebuah pembangkit dengan head 4 m

    Balas
  • 59. edi  |  Juli 24, 2010 pukul 7:59 am

    mophon bantuan dong sekalian belajar mikrohidro saya mau bangun di kampung daya

    Balas
  • 60. yusron  |  Agustus 6, 2010 pukul 12:51 pm

    Aslm alkm bro salam kenal,

    saya lg dpt proyek ttg PLTMH dr teman, job sbg team

    boleh tau pengalaman mas Ade d proyek PLTMH ny yg dmna saja?

    Minta tolong dunk kirimin file laporan survei pra studi kelayakan (pra FS , Khusus tinjau an awal konstruksi sipil or total juga gpp)
    meliputi data2 apa saja yg diperlukan saat pra FS/survei, serta pertanyaan quisioner ny

    mengingat saya benar2 ‘baru’ tuk terjun dlm job PLTMH

    Atas prhtianny kmi smpaikan trima kasih

    Balas
  • 61. SUTANTO  |  September 7, 2010 pukul 1:29 am

    salam kenal, mau tanya..?saya sedang mencari satu set alat untuk PLTMH. dengan kapasitas 2.5 Mega, tolong infonya di e-mail jgn lupa sepesifikasi barang dan harga. terimaksih

    Balas
  • 62. Ronald Izack  |  November 4, 2010 pukul 8:45 am

    mas saya bekerja di PNPM Mandiri Perdesaan di Papua sebagai Fasilitator kecamatan, ada kerjaan PLTMH disini. Saya bisa memfasilitasi untuk kerja sama.

    Balas
    • 63. Teguh  |  April 13, 2011 pukul 12:30 pm

      bisa dilihat dulu di http://www.h2ofuel.blog.com pak mungkin metode nya berguna di sana.

      Balas
    • 64. Budi  |  Maret 9, 2012 pukul 1:58 pm

      Shalom, Pak Ronald,sy Budi (081330058005) siap bekerjasama untuk mengerjakan PLTMH di tempat anda dengan dana PNPM,kebetulan sy sering mengerjakan PLTMH rata2 dana tersebut, dari 83 lokasi yg sudah sy kerjakan 50% dana PNPM,makasih GBU

      Balas
  • 65. mujib  |  April 1, 2011 pukul 7:38 am

    Saya dari teknik mesin dan sgt tertarik dgn Hydro Power. Semua tulisan Anda saya jadikan referensi berharga. Saya mhn ijin simpan filenya dan terimakasih atas semuanya. Kalau tdk keberatan silahkan kirimi tulisan2 Anda ke imel saya. Mudah2an jadi amal jariyah. Amin

    Balas
  • 66. Teguh  |  April 13, 2011 pukul 12:29 pm

    Senang bisa melihat perkembangan tenaga listrik diluar PLN yg konvensional mulai dilirik, untuk itu di http://www.h2ofuel.blog.com , ada generator yg tidak membutuhkan tenaga bbm, surya, angin, nuklir, panas bumi, menggunakan sistem looping engine dan flywhell. lumayan keluaran listriknya.

    Balas
    • 67. adesalbuang  |  April 29, 2011 pukul 12:24 pm

      Tq juga infinya mas

      Balas
  • 68. ian  |  Agustus 13, 2011 pukul 5:05 am

    mas ada contoh menghitung dimensi untuk anchor block ga??
    bls yah

    Balas
    • 69. adesalbuang  |  Oktober 27, 2011 pukul 5:23 am

      G bisa.. Basik sy tenaga listrik… Maaf ya…

      Balas
  • 70. Bunga  |  September 15, 2011 pukul 2:15 am

    mas ade, di rumus perhitungan penstock D=( 10.3 n 2 Q 2 L / hf ) 0.1875 untuk hf nya adalah gross head (H) ya? tp ko nilai diameter yg saya dapat besar ya..
    Saya sedang coba hitung pipa untuk PLTMH kapasitas 8MW, dengan data:
    Q = 19 m3/det
    L = 1000 m
    H = 50 m
    nilai D yg saya dapat 35 m.. wawwww besar sekali..
    mohon dibantu ya mas.. thanks..

    Balas
    • 71. adesalbuang  |  Oktober 27, 2011 pukul 11:58 am

      Agak membingungkan juga kalo pake rumus itu… Tp ada formula lain yg bisa digunakan dan lebih mudah dlm penentuan diameter Penstock
      Sebagai contoh :

      Data yang diperoleh dari suatu survei ttg PLTMH,

      Diketahui
      Debit Air Q , Kec Aliran air C
      Jika Luas: A = ¼ π d2
      Maka : Q = A x C
      A = Q/C
      Setelah mendapat nilai dari A, substitusikan kedalam rumus D=√((4A)/π)

      Balas
      • 72. ompapang  |  Juni 8, 2013 pukul 3:46 pm

        C = V2gh = V 2 x 9,8 x 50 = 31 m/deik
        A = Q/C = 19/31= 0,61 m2
        D = V( 4 A/3,14) = 0,28 m = 28 cm = 11 inci.

  • 73. Moh. Rofiq  |  Oktober 18, 2011 pukul 3:06 am

    Infonya sangat bagus, terima kasih banyak. (mohon ijin ngopi filenya ya)
    Lebih lanjut kami akan mengadakan study tentang PLTMH mulai dari FS sampai dengan Detail Desain PLTM di daerah kami dengan menggunakan jasa konsultan. kira2 tenaga ahli apa saja yang dibutuhkan. mohon bantuannya. terima kasih banyak.

    Balas
    • 74. adesalbuang  |  Oktober 27, 2011 pukul 5:25 am

      Minimal 4 Ahli…
      1. Ahli Bangunan Sipil
      2. Ahli Teknik Mesin (Yang mengusai Ilmu Pemipaan dan Konverrsi energi serta turbin)
      3. Ahli Tenaga Listrik
      4. Ahli lingkungan

      Balas
  • 75. mustopa hr  |  Februari 20, 2012 pukul 7:11 am

    salam kenal pak ade kami dari tpk pnpm ulu rawas ingin membangun pltmh dengan biaya dari pnpm 300san jt untuk membangun dam dan turbin generator pokoknya selain dari instalasi sebeb anstalasi ditanggung oleh APBD kab musi rawas yang ingin saya tanya kan apakah dana tersbt mencukupi untuk pelaksanaannya kami akan membangun pltmh dengan kapasitas 80.000watt jadi kami harapkan kerja sama dan petunjuk dari bapak kalau bisa tolong di rincikan berapa harga turbin dan generator serta pipa.serta dimana kami mendapatkan barangnya kami tunggu bantuanbapak di email kami hr.mustopa@yahoo.com

    Balas
  • 76. pakturiaeknabara  |  Mei 22, 2012 pukul 2:40 pm

    tengkiu gan baut elmuna,,,sorry tak copi yo…:)

    Balas
    • 77. adesalbuang  |  Agustus 22, 2012 pukul 12:57 am

      Silahkan

      Balas
  • 78. Jito  |  November 9, 2012 pukul 2:49 am

    Terima kasih atas ilmu. Bisakah dilengkapi dengan daftar pustakanya, agar jika saya sampaikan ke orang yang berkepentingan dasar argumentasinya.

    Ijin copy naskah.
    Semoga amal baik bapak mendapat balasan yang lebih baik dari Tuhan.

    Balas
    • 79. adesalbuang  |  Desember 25, 2013 pukul 12:30 am

      sdh ada itu mas di akhir tulisan

      Balas
  • 80. Tyger gifts coupon code  |  Maret 16, 2013 pukul 10:08 pm

    Hi, I do think this is a great site. I stumbledupon it ;) I may
    revisit yet again since i have saved as a favorite it.

    Money and freedom is the greatest way to change, may
    you be rich and continue to guide others.

    Balas
  • 81. melissa  |  Maret 20, 2013 pukul 6:26 am

    Howdy! Someone in my Myspace group shared this website with us
    so I came to look it over. I’m definitely enjoying the information. I’m bookmarking and will be tweeting this to
    my followers! Wonderful blog and brilliant design.

    Balas
  • 82. Sony S  |  Mei 18, 2013 pukul 6:17 pm

    Terima kasih pak Ade, tulisan ini sangat membantu dan bisa dijadikan panduan bagi pengembangan energi baru & terbarukan nasional, khususnya hydro, sukses selalu buat pak Ade dan semoga Allah swt yg akan membalas budi baik bapak yg telah menyebarkan ilmu yg bermanfaat ini, suatu hari insya Allah saya akan menghubungi bapak untuk bekerjasama. Wassalam

    Balas
  • 83. Rafi Putra  |  November 25, 2013 pukul 4:25 pm

    ini pencerahan untuk makluk awam macam saya cukup bagus
    bisa kah saya dapat ka cara stabilkan debit air agar frequency atau putaran jadi stabil

    Balas
    • 84. adesalbuang  |  Desember 25, 2013 pukul 12:28 am

      Ada 2 cara untuk menstabilkan putaran generator agar frekwensinya menjadi stabil
      1. Dengan menggunakan Governor. Governor ini fungsinya mengatur debit air yg masuk ke turbir
      Jika beban dr generator semakin besar, maka putaran generator akan menjadi lambat. Nah disini governor akan membuka kran air menjadi lebih besar untuk memmasok air k turbin, sehingga turbin bisa berputar sesuai dengan beban kerja. Begitupun sebaliknya

      2. Dengan menggunakan ELC (Electronic Load Control)
      Pada bagian ini lebih ringkas dan praktis. Debit air yg masuk ke turbin konstant. Pengaturan Frekwensi kerja di atur oleh ELC sesuai dgn beban generator

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Posting Terbaru

Blog Stats

  • 40,125 Bayangan
free counters

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: