Sudahkah Aku Bersedih?
September 5, 2008
Suatu ketika, di malam Jum’at: 5 Ramadhan 1429 H (05/09/08) Pukul 12.08 AM, dikala Aku sedang larut dalam tidurku, tiba-tiba masuklah sebuah SMS dari sahabat saya :
“Sesungguhnya seorang mukmin itu di pagi hari bersedih, di petang hari bersedih, karena Ia berada di antara 2 rasa takut. Takut dosa tidak diampuni dan takut kebinasaan yang menimpa dirinya diumur yang tersisa………… Astagfirlullah “***End*** Send : Dee Wie
Seketika langsung aku terbangun dan bermurung diri sambil berfikir dan bertanya pada diri sendiri, Sudah Aku bersedih akan hal itu……?
Dan ketika itu juga, langsung aku teringat dengan sebuah SMS dari orang yang sama, yang dikrim di tengah malam juga, kira-kira setahun yang lalu:
“Senyum…… Bagaikan cahaya di jendela yang menunujukkan dalam diri ada rasa peduli dan keinginan untuk berbagi. Air mata yang menetes untuk diri sendiri menunjukkan kelemahan, namun air mata yang menetes untuk orang lain menunjukkan kekuatan. Dan air mata yang menjaga dari NAAR adalah air mata yang jatuh karena bermunajat di malam kelam kala insan yang lain terbuai mimpi. Tidurmi deh………..!”
Dan ketika itu aku bedoa: “Ya Allah, Jadikanlah aku insan yang paling bersukur dan jadikanlah aku insan yang paling bersedih. Amin ya rabbal’alamin”

Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed